E-BUSINES
Dasar- Dasar Sistem Informasi Dalam Bisnis
* Prosedur à suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu
* komponen atau elemennya -> kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Karakteristisk Sistem (1)
* Komponen Sistem (components) -> Sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi , bekerja sama membentuk kesatuan
* Batas Sistem (boundary) ->Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya (Scope).
* Lingkungan Luar Sistem (environment) -> Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
Karakteristisk Sistem (2)
* Interface -> media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya
* Input -> energi yang dimasukkan ke dalam sistem
* Output -> hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi output yang berguna dan sisa pembuangan
* Pengolah Sistem (process) àmerubah masukan menjadi keluaran
* Sasaran Sistem (objective)
* Suatu sistem mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective).
Klasifikasi System (1)
* Sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical sistem)
* sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system).
Klasifikasi System (2)
* Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah diprediksi. Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat diprediksi dengan pasti, sehinggaoutput dari sistem dapat diramalkan.
* Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
Klasifikasi System (3)
* Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, tetapi yang ada hanyalah relatively closed system(secara relatif tertutup, tetapi tidak benar-benar tertutup).
Definisi Informasi
Definisi klasik dari sistem informasi, dimana informasi adalah pengetahuan yang diperoleh dari data. Informasi merupakan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Sumber informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.
Karakteristik informasi baik
* Information must be pertinent à harus berhubungan dengan urusan dan masalah yang penting bagi penerima informasi
* Information must be accurate à harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak memiliki bias atau menyesatkan
* Information must be timely à harus ada ketika dibutuhkan
* Relevan à mempunyai manfaat untuk pemakainya
Nilai Informasi
* manfaat
* Biaya
à bernilai bila manfaatnya lebih efektif dari biaya untuk mendapatkannya. Informasi tidak dapat ditaksir secara pasti nilai keuntungannya (dalam satuan uang), tetapi kita dapat menaksir nilai efektifitas dari informasi tersebut. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisiscost effectiveness atau costbenefit.
Komponen SI (2)
* Input mewakili data yang masuk ke dalam SI
* Model terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghas
* Output yang dihasilkan dari SI adalah keluaran yang merupakan informasi yang baik serta bermanfaat dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen semua pemakai sistem.ilkan keluaran yang diinginkan.
Komponen SI (3)
* Teknologi merupakan sebuah tool-box SI, yang digunakan untuk menerima masukan, menjalankan model, menyimpan, dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan à brainware, software, hardware.
* Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan untuk mengakses atau memanipulasinya digunakan perangkat lunak yang disebut dengan DBMS
Komponen SI (4)
* Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan yang terjadi di dalam sistem, ketidakefisienan, sabotase, dan lain sebagainya. Sehingga beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun dapat langsung segera diperbaiki jika seandainya hal-hal yang disebutkan diatas terjadi.
Sifat dari Sistem Informasi
* Pemrosesan informasi yang efektif.
* Manajemen informasi yang efektif..
* Keluwesan menangani suatu macam operasi.
* Kepuasan pemakai dengan mendapatkan manfaat dan puas terhadap sistem informasi.
Kemampuan SI (1)
* Memiliki kecepatan akses tinggi, high-volume, komputasi numerik.
* Menyediakan kecepatan, komunikasi yang akurat dan kolaborasi dengan dan di antara organisasi.
* Menyimpan informasi dalam jumlah besar dan mudah untuk digunakan.
* Akses yang cepat dan tidak mahal untuk mendapatkan informasi, dan mendunia.
Kemampuan SI (2)
* Fasilitas untuk menginterpretasikan sejumlah data yang besar.
* Meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari orang-orang yang bekerja dalam kelompok dalam satu tempat atau dalam lokasi yang berbeda, dimana saja.
* Mengotomatisasi proses bisnis dan pekerjaan manual.
Operasi Dasar dari Sistem Informasi
* Mengumpulkan
* Mengolah
* Menyimpan
* Menyebarkan informasi
Teknologi informasi, termasuk sistem informasi berbasis internet, memainkan peranan penting
dalam bisnis. Teknologi informasi dapat membantu segala jenis bisnis, meningkatkan efisiensi
dan efektifitas proses bisnis mereka, pengambilan keputusan manajerial, dan kerjasama
kelompok kerja, hingga dapat memperkuat posisi kopentitif mereka dalam pasar yang cepat
sekali berubah. Hal ini berlaku ketika teknologi informasi digunakan untuk mendukung tim
pengembangan produk, proses dukungan untuk pelanggan, transaksi e-commerce, atau dalam
aktivitas bisnis lainnya.
Gambar berikut memperlihatkan kerangka kerja konseptual yang berguna untuk mengatur
pengetahuan yang disajikan dan memberi garis besar tentang hal yang perlu diketahui
mengenai sistem informasi.
Kerangka kerja tersebut dipusatkan kedalam 5 area pengetahuan SI berikut ini.
1. Konsep – konsep dasar
Konsep dasar keprilakuan, teknis, bisnis, dan manajerial termasuk mengenai berbagai
komponen dan peran sistem informasi. Contohnya meliputi konsep sistem informasi dasar
yang berasal dari teori sistem umum, atau konsep keunggulan kompetitif yang digunakan
untuk mengembangkan aplikasi bisnis teknologi informasi dalam keunggulan kompetitif.
2. Teknologi informasi
Konsep - konsep utama, pengembangan, dan berbagai isu manajemen teknologi informasi
yaitu meliputi hardware, software, jaringan, manajemen data, dan banyak teknologi
berbasis internet.
3. Aplikasi bisnis
Penggunaan utama dari sistem informasi untuk operasi, manajemen dan keunggulan
kompetitif bisnis.
4. Proses pengembangan
Bagaimana para praktisi bisnis dan pakar informasi merencanakan, mengembangkan, dan
mengimplementasikan sistem informasi untuk memenuhi peluang bisnis.
5. Tantangan manajemen
Tantangan untuk secara efektif dan etis mengelola teknologi informasi pada tingkat pemakai
akhir, perusahaan, dan global dalam bisnis.
Terdapat 3 alasan mendasar untuk semua aplikasi bisnis dalam teknologi informasi yaitu:
1. Mendukung proses dan operasi bisnis.
Contoh: Kebanyakan toko retail mengunakan CBIS untuk membantu mereka mencatat
pembelian pelanggan, menelusuri persediaan, membayar pegawai, membeli barang
dagangan baru, serta untuk mengevaluasi trend penjualan.
2. Dukungan pengambilan keputusan para pegawai dan manajernya.
Sistem informasi juga membantu para manajer toko dan praktisi bisnis lainnya untuk
membuat keputusan yang lebih baik. Contohnya keputusan mengenai lini barang dagangan
apa yang perlu ditambah atau dihentikan, atau mengenai jenis investasi apa yang mereka
butuhkan, biasanya di buat setelah sebuah analisis diberikan oleh sistem informasi berbasis
komputer. Hal ini tidak hanya mendukung pengambilan keputusan para manajer toko,
pembeli dan lainnya, tetapi juga membantu mereka melihat berbagai cara untuk
mendapatkan kelebihan dari para peretail lainnya dalam persaingan untuk mendapatkan
pelanggan.
3. Mendukung berbagai strategi untuk keunggulan kompetitif.
Contohnya manajemen toko mungkin membuat keputusan untuk memasang kios dengan
layar sentuh dalam semua toko mereka, yang terhubung dengan situs e-commerce untuk
belanja online.
E-commerce adalah pembelian dan penjualan, pemasaran dan pelayanan produk, jasa, dan
informasi atas berbagi jenis jaringan komputer.
Banyak bisnis saat ini menggunakan internet, intranet, ekstranet, dan jaringan lainnya untuk
mendukung setiap langkah proses komersial. Hal ini dapat meliputi segala sesuatu dari
periklanan, penjualan, dan pemberian dukungan untuk pelanggan, melalui world wide web,
hingga keamanan internet, serta mekanisme pembayaran yang memastikan diselesaikannya
proses pengiriman dan pembayaran. Contohnya sistem e-commerce meliputi situs web internet
untuk penjualan online, akses ekstranet kedatabase persediaan untuk pelanggan besar, dan
penggunaan intranet perusahaan oleh tenaga penjualan untuk mengakses catatan pelanggan
dalam rangka manajemen hubungan pelanggan
jenis-jenis sistem informasi.
Sistem Pendukung Operasi
Sistem informasi selalu dibutuhkan untuk memproses data yang dihasilkan oleh, dan digunakan
dalam operasi bisnis. Sistem pendukung operasi semacam ini menghasilkan berbagai produk
informasi yang paling dapat digunakan oleh para manajer. Pemrosesan lebih jauh oleh sistem
informasi manajemen biasanya dibutuhkan. Peran dari sistem pendukung operasi perusahaan
bisnis adalah untuk secara efisien memproses transaksi bisnis, mengendalikan proses industrial,
mendukung komunikasi dan kerja sama perusahaan, serta memperbaharui database
perusahaan.
1. Sistem pemrosesan transaksi
Memproses data yang dihasilkan dari transaksi bisnis. Memperbaharui database operasional,
dan menghasilkan dokumen bisnis.
Contohnya: Sistem titik penjualan (point-of-sale - POS) dibanyak toko retail menggunakan
terminal mesin kas untuk secara elektronik menangkap serta memindahkan data penjualan
sepanjang saluran telekomunikasi ke pusat computer regional agar dapat diproses segera
(Real-time) atau diproses setiap malam (Batch).
2. Sistem Pengendalian proses
Mengawasi dan mengendalikan berbagai proses industrial.
Contohnya, penyulingan minyak menggunakan sensor elektronik yang dihubungkan ke
komputer untuk secara terus menerus mengawasi proses kimia dan membuat penyesuaian
instant (real-time) yang mengendalikan proses penyulingan.
3. Sistem kerja sama perusahaan
Mendukung komunikasi dan kerja sama tim, kelompok kerja dan perusahaan.
Contohnya, para pekerja ahli dalam sebuah tim proyek dapat menggunakan email untuk
mengirim dan menerima berbagai pesan elektronik, dan melakukan konferensi video untuk
melakukan pertemuan elektronik agar dapat mengoordinasikan berbagai aktivitasnya.
Sistem Pendukung Manajemen
Ketika aplikasi sistem informasi berfokus pada penyediaan informasi dan dukungan untuk
pengambilan keputusan yang efektif oleh para manajer, aplikasi sistem tersebut akan disebut
sebagai Sistem Pendukung Manajemen. Berdasarkan konsep, beberapa jenis utama sistem
informasi mendukung berbagai tanggung jawab pengambilan keputusan:
1. Sistem Informasi Manajemen
Memberikan informasi dalam bentuk laporan yang telah ditentukan sebelumnya untuk
mendukung pengambilan keputusan bisnis.
Contohnya, manajer penjualan dapat menggunakan jaringan komputer dan pencari web
untuk mendapatkan tampilan instant mengenai hasil penjualan produk – produk mereka dan
untuk mengakses intranet perusahaan mereka agar bisa mendapatkan laporan analisis
penjualan harian yang mengevaluasi penjualan yang dilakukan oleh setiap tenaga
penjualan.
2. Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System - DSS)
Memberikan dukungan interaktif khusus untuk proses pengambilan keputusan para manajer
dan praktisi bisnis lainnya.
Contohnya, manajer bagian periklanan dapat menggunakan program spreadsheet untuk
melakukan analisis what-if ketika mereka menguji dampak berbagai anggaran iklan atas
prediksi penjualan produk – produk baru.
3. Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information System – EIS)
Memberi informasi penting dari SIM, DSS dan sumber lainnya yang dibentuk sesuai
kebutuhan informasi para eksekutif.
Contohnya, para eksekutif puncak dapat menggunakan terminal layar sentuh untuk secara
instant melihat teks serta tampilan grafik yang menekankan berbagai area utama kinerja
organisasi dan persaingan.
Kategori lainnya sistem informasi
· Sistem pakar. Sistem berbasis pengetahuan yang menyediakan saran pakar dan bertindak
sebagai konsultan pakar bagi para pemakai.
Contoh: Penasihat aplikasi kredit, pengawasan proses dan sistem pemeliharaan diagnosis.
· Sistem manajemen pengetahuan. Sistem berbasis pengetahuan yang mendukung
pembuatan, pengaturan, dan peyebaran pengetahuan bisnis dalam perusahaan.
Contoh: akses intranet ke praktik – praktik bisnis terbaik, strategi proposal penjualan, dan
sistem pemecah masalah pelanggan.
· Sistem informasi strategis. Mendukung operasi dan proses manajemen yang memberi
perusahaan produk, layanan dan kemampuan strategis sebagai keunggulan kompetitif.
Contoh: perdangan saham online, penelusuran pengiriman, dan sistem web e-commerce.
· Sistem bisnis fungsional. Mendukung berbagai aplikasi operasional dan manajerial atas
berbagai fungsi bisnis perusahaan.
Contoh: sistem informasi yang mendukung aplikasi akuntansi, keuangan, pemasaran,
manajemen operasi, dan manajemen sumber daya manusia.
TANTANGAN MANAJERIAL TEKNOLOGI INFORMASI
Kesuksesan dalam lingkungan bisnis yang dinamis saat ini bergantung pada pemaksimalan
penggunaan teknologi berbasis internet dan sistem informasi melalui web, untuk memenuhi
permintaan yang berubah dari para pelanggan, pemasok, dan mitra bisnis lainnya di pasar
global. Tujuan dari banyak perusahaan saat ini adalah untuk memaksimalkan nilai pelanggan
dan bisnis mereka dengan menggunakan teknologi informasi untuk mendukung para pegawai
mereka dalam mengimplementasikan proses bisnis kooperatif dengan para pelanggan,
pemasok, dan pihak lainnya.
Keberhasilan Dan Kegagalan dengan TI
Keberhasilan sistem informasi tidak seharusnya diukur hanya melalui efisiensi dalam hal
meminimalkan biaya, waktu dan penggunaan sumber daya informasi. Keberhasilan juga harus diukur dari efektivitas teknologi informasi dalam mendukung strategis bisnis organisasi,
memungkinkan proses bisnisnya, meningkatkan struktur organisasi dan budaya, serta
meningkatkan nilai pelanggan dan bisnis perusahaan.
Beberapa tantangan etika yang harus dihadapi oleh para manajer bisnis yang
mengimplementasikan aplikasi – aplikasi utama teknologi informasi.
Fungsi Sistem Informasi, yaitu:
· Area fungsional utama dari bisnis yang penting dalam keberhasilan bisnis, seperti fungsi
akuntansi, keuangan, manajemen operasional, pemasaran, dan manajemen sumber daya
manusia.
· Kontributor penting dalam efisiensi operasional, produktivitas dan moral pegawai, serta
layanan dan kepuasan pelanggan.
· Sumber utama informasi dan dukungan yang dibutuhkan untuk menyebarluaskan
pengambilan keputusan yang efektif oleh para manajer dan praktisi bisnis.
· Bahan yang sangat penting dalam mengembangkan produk dan jasa yang kompetitif, yang
memberikan organisasi kelebihan strategis dalam pasar global.
· Peluang berkarier yang dinamis, memuaskan, sarta menantang bagi jutaan pria dan wanita.
· Komponen penting dari sumber daya, infrastruktur, dan kemampuan perusahaan bisnis
yang membentuk jaringan.
KOMPONEN SISTEM INFORMASI
Konsep sistem dapat membantu memahami:
1. Teknologi. Jaringan komputer adalah sistem dari berbagai komponen pemrosesan informasi
yang menggunakan berbagai jenis hardware, software, manajemen data dan teknologi
jaringan telekomunikasi.
2. Aplikasi. Aplikasi bisnis dan perdagangan elektronik melibatkan sistem informasi bisnis yang
saling berhubungan satu sama lain.
3. Pengembangan. Mengembangkan berbagai cara untuk menggunakan teknologi informasi
dalam bisnis meliputi pendesainan komponen – komponen dasar sistem informasi.
4. Manajemen. Mengelola teknologi informasi memiliki penekanan pada kualitas, nilai bisnis
yang strategis, dan keamanan sistem informasi organisasi.
Sumber Daya Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari 5 sumber daya dasar, yaitu: Manusia, Hardware, Software, Data
dan Jaringan. Dibawah ini merupakan contoh Sumber daya sistem informasi dan produknya,
meliputi:
1. Sumber daya manusia
· Pemakai akhir merupakan orang – orang yang menggunakan sistem informasi atau
informasi yang dihasilkan sistem tersebut. Mereka berupa pelanggan, tenaga penjualan,
teknisi, staff administrasi, akuntan dan para manajer.
· Para pakar merupakan orang – orang yang mengembangkan dan mengoperasikan
sistem informasi. Mereka meliputi sistem analis, pembuat software, operator sistem.
2. Sumber daya hardware
Dapat digolongkan menjadi: Mesin dan Media.
3. Sumber daya software
· Software sistem, seperti program sistem operasi, yang mengendalikan serta mendukung
operasi sistem computer.
· Software aplikasi, yang memprogram pemrosesan langsung bagi penggunaan tertentu
komputer oleh pemakai akhir. Contohnya, program analisis penjualan, program
pengolahan kata dan program penggajian.
· Prosedur, yang mengoperasikan perintah bagi orang – orang yang akan menggunakan
sistem informasi. Contohnya, prosedur entri data, prosedur untuk memperbaiki
kesalahan, prosedur pendistribusian cek gaji.
4. Sumber daya data
Termasuk deskripsi produk, catatan pelanggan, file kepegawaian, database persediaan.
5. Sumber daya jaringan
Media komunikasi, pemproses komunikasi, software untuk akses dan pengendalian jaringan.
Aktivitas sistem informasi
· Input sumber daya data
Memindai secara optikal barang – barang dengan pengenal yang menggunakan kode garis.
· Pemrosesan data menjadi informasi
Seperti menghitung pembayaran karyawan, pajak dan potongan gaji lainnya.
· Output produk informasi
Menghasilkan laporan dan tampilan mengenai kinerja penjualan.
Contohnya, seorang manajer penjualan dapat melihat tampilan video untuk memeriksa
kinerja seorang tenaga kerja penjualan, menerima pesan suara yang dihasilkan komputer
melalui telepon, menerima cetakan dari hasil penjualan bulanan.
· Penyimpanan sumber daya data
Penyimpanan adalah komponen sistem dasar sistem informasi. Penyimpanan adalah
aktivitas sistem informasi tempat data dan informasi disimpan secara teratur untuk
digunakan kemudian.
· Pengendalian kinerja sistem
Aktivitas sistem informasi yang penting adalah pengendalian kinerja sistem. Sistem
informasi harus menghasilkan umpan balik mengenai aktivitas input, pemrosesan, output,
dan penyimpanan. Umpan balik ini harus diawasi dan dievaluasi untuk menetapkan apakah
sistem dapat memenuhi standar kinerja yang telah ditetapkan. Kemudian, aktivitas sistem
yang tepat harus disesuaikan agar produk informasi yang tepat dihasilkan bagi para
pemakai akhir.
Mengenali sistem informasi
Sebagai praktisi bisnis, harus mampu mengenali komponen dasar sistem informasi. Hal ini
berarti harus mampu mengidentifikasi:
· Sumber daya manusia, hardware, software, data dan jaringan yang digunakan.
· Jenis produk informasi yang dihasilkan
· Cara melakukan aktivitas input, output, penyimpanan, dan pengendalian.
Konsep sistem dapat membantu memahami:
1. Teknologi. Jaringan komputer adalah sistem dari berbagai komponen pemrosesan informasi
yang menggunakan berbagai jenis hardware, software, manajemen data dan teknologi
jaringan telekomunikasi.
2. Aplikasi. Aplikasi bisnis dan perdagangan elektronik melibatkan sistem informasi bisnis yang
saling berhubungan satu sama lain.
3. Pengembangan. Mengembangkan berbagai cara untuk menggunakan teknologi informasi
dalam bisnis meliputi pendesainan komponen – komponen dasar sistem informasi.
4. Manajemen. Mengelola teknologi informasi memiliki penekanan pada kualitas, nilai bisnis
yang strategis, dan keamanan sistem informasi organisasi.
Sumber Daya Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari 5 sumber daya dasar, yaitu: Manusia, Hardware, Software, Data
dan Jaringan. Dibawah ini merupakan contoh Sumber daya sistem informasi dan produknya,
meliputi:
1. Sumber daya manusia
· Pemakai akhir merupakan orang – orang yang menggunakan sistem informasi atau
informasi yang dihasilkan sistem tersebut. Mereka berupa pelanggan, tenaga penjualan,
teknisi, staff administrasi, akuntan dan para manajer.
· Para pakar merupakan orang – orang yang mengembangkan dan mengoperasikan
sistem informasi. Mereka meliputi sistem analis, pembuat software, operator sistem.
2. Sumber daya hardware
Dapat digolongkan menjadi: Mesin dan Media.
3. Sumber daya software
· Software sistem, seperti program sistem operasi, yang mengendalikan serta mendukung
operasi sistem computer.
· Software aplikasi, yang memprogram pemrosesan langsung bagi penggunaan tertentu
komputer oleh pemakai akhir. Contohnya, program analisis penjualan, program
pengolahan kata dan program penggajian.
· Prosedur, yang mengoperasikan perintah bagi orang – orang yang akan menggunakan
sistem informasi. Contohnya, prosedur entri data, prosedur untuk memperbaiki
kesalahan, prosedur pendistribusian cek gaji.
4. Sumber daya data
Termasuk deskripsi produk, catatan pelanggan, file kepegawaian, database persediaan.
5. Sumber daya jaringan
Media komunikasi, pemproses komunikasi, software untuk akses dan pengendalian jaringan.
Aktivitas sistem informasi
· Input sumber daya data
Memindai secara optikal barang – barang dengan pengenal yang menggunakan kode garis.
· Pemrosesan data menjadi informasi
Seperti menghitung pembayaran karyawan, pajak dan potongan gaji lainnya.
· Output produk informasi
Menghasilkan laporan dan tampilan mengenai kinerja penjualan.
Contohnya, seorang manajer penjualan dapat melihat tampilan video untuk memeriksa
kinerja seorang tenaga kerja penjualan, menerima pesan suara yang dihasilkan komputer
melalui telepon, menerima cetakan dari hasil penjualan bulanan.
· Penyimpanan sumber daya data
Penyimpanan adalah komponen sistem dasar sistem informasi. Penyimpanan adalah
aktivitas sistem informasi tempat data dan informasi disimpan secara teratur untuk
digunakan kemudian.
· Pengendalian kinerja sistem
Aktivitas sistem informasi yang penting adalah pengendalian kinerja sistem. Sistem
informasi harus menghasilkan umpan balik mengenai aktivitas input, pemrosesan, output,
dan penyimpanan. Umpan balik ini harus diawasi dan dievaluasi untuk menetapkan apakah
sistem dapat memenuhi standar kinerja yang telah ditetapkan. Kemudian, aktivitas sistem
yang tepat harus disesuaikan agar produk informasi yang tepat dihasilkan bagi para
pemakai akhir.
Mengenali sistem informasi
Sebagai praktisi bisnis, harus mampu mengenali komponen dasar sistem informasi. Hal ini
berarti harus mampu mengidentifikasi:
· Sumber daya manusia, hardware, software, data dan jaringan yang digunakan.
· Jenis produk informasi yang dihasilkan
· Cara melakukan aktivitas input, output, penyimpanan, dan pengendalian.




0 comments:
Post a Comment