Membuat Toko Online Dengan CMS Magento (Chapter 15)

Membuat Toko Online Dengan CMS Magento 




Magento dibangun dengan pondasi kuat sebagai respon terhadap kompleksitas berbagai keinginan terhadap fitur – fitur yang diharapkan oleh berbagai kalangan pebisnis online. Fleksibilitas merupakan kunci utama yang diinginkan oleh pebisnis online ini, lebih dari fitur – fitur ataupun fungsionalitas yang lain yang ada dalam standar website online ecommerce. Tujuan utama Magento yaitu membangun sebuah platform (media/alat yang dalam hal ini yaitu website online ecommerce) di mana kontrol sepenuhnya kembali dipegang oleh pebisnis online itu sendiri tanpa mengesampingkan alur dan proses bisnis online seperti sebagaimana mestinya.

Ya, Magento adalah yang kaya akan fitur – fitur, solusi bisnis online terbuka yang secara profesional menawarkan kepada pebisnis online fleksibilitas yang penuh dan optimal dan kontrol terhadap penampilan (layout desain), isi, dan fungsionalitas dalam toko online mereka. Di dalam bagian admin kontrol Magento berisikan kekuatan pemasaran, kemudahan inventori barang – barang, dan fitur – fitur konten manajemen guna memberikan dukungan kekuatan bagi pebisnis online untuk membangung website yang didesain sedemikian rupa sesuai keinginan unik mereka. Benar – benar sebuah keunggulan ecommerce platform tersendiri yang dapat digunakan siapa saja dengan dukungan penuh dari berbagai jaringan yang luas, Magento adalah solusi istimewa bagi ecommerce/bisnis online anda.

Langkah-langkah membuat website dari CMS Magento
Pertama, yang harus kita lakukan untuk membuat Toko Online dengan Content Management System (CMS) Magento adalah menyiapkan XAMPP. Ini sangat penting, mengingat Aplikasi ini berguna untuk database toko kita. Saya memakai XAMPP 1.8.1 



Kedua, Adalah membuat nama databasenya pada XAMPP, saya menamainya tokoku

Setelah itu, Ekstrak file zip/ rar dari Magento yang bisa diperoleh dari download di Situs resmi Magento, apabila anda belum download, silakan download dulu di www.magentocommerce.com.

Setelah diekstrak, namai foldernya sesuka hati anda, contoh saya menamainya magento.

Kemudian pindahkan folder magento tersebut ke dalam folder bernama htdocs yang ada di dalam direktori XAMPP.

Lantas, Buka Browser kesayangan anda, kemudian ketikkan localhost/nama folder magento
karena folder magento yang saya pindahkan di htdocs tadi bernama magento, maka saya ketikkan localhost/magento... Hasilnya, muncul tahap penginstalan seperti dibawah
Klik Accept lalu continue



Isi sesuai yang anda inginkan.



Berikutnya Ini adalah salah satu form pengisian terpenting, yang harus diisi dengan hati-hati
nama database harus cocok dengan nama yang teman-teman buat tadi, nama database saya adalah tokoku
usernamenya isi dengan root.... jika masih ada kesalahan maka ada data pengisian yang kurang cocok. mohon diteliti kembali... 
yang perlu diingat, adalah ketika mengisikan username dan passwordnya, harus teman-teman ingat. Penting untuk masuk pada dasbor nantinya.





Ketika sukses menginstall, muncul pesan seperti dibawah ini



Kemudian, buka direktori XAMPPnya, Buka folder htdocs dan folder magento teman-teman, dan hapus file install.php ... karena file ini tidak diperlukan lagi..  



Setelah itu, buka kembali localhost/nama folder magento
lantas muncul website toko online kita... berhubung belum diisi apa-apa, jadinya masih berupa situs kosong



Untuk menuju dasbor, cukup ketikkan localhost/nama folder magento/admin....
isi username dan password sesuai dengan apa yang di isikan pada waktu penginstalan



Setelah muncul kita Tinggal menambahkan foto barang yang akan dijual, maka jadilah toko online kita sendiri.




Enterprise and Global Management of Information Technology (Chapter 14)


Enterprise and Global Management of Information Technology


Management Teknologi Informasi 
 Dalam managemen teknologi informasi, terdapat tiga kompoen utama dalam proses pembangunan dan penerapan teknologi informasi di dunia bisnis : (1) Mengelola Strategi pengembangan dan penerapan teknologi informasi untuk bisnis (dipegang oleh CEO dan CIO), (2) Mengelola Pengembangan dan penerapan aplikasi teknologi informasi dan teknologi baru-nya (dipegang oleh CIO dan CTO), (3) Mengatur organisasi dan infrastruktur teknologi informasi (dipegang oleh CIO dan IT Manager).
Proses Mengelola Strategi bisnis dan IT berawal dari merencanakan proses bisnis atau IT yang akan dikembangkan. Hal ini dilakukan berdasarkan tujuan organisasi dibuat, sebagai oragnisasi bisnis mendefinisikan proses bisnis menjadi hal sangat penting yaitu memberikan kepuasan kepada pelanggan dan tujuan nilai bisnis. Pada proses ini meliputi kegiatan mengidentifikasi nilai pelanggan dan nilai bisnis yang terencana. Selanjtnya mengetahui strategi dan model bisnis yang akan dijalankan. Tahap berikutnya membangun startegi arsitektur bisnis/IT, tahap terakhir adalah mengembangakan aplikasi bisnis. Tahapan tersebut diulang hingga diperlukan dan siap untuk ditindak lanjuti. Tahap pengembagan bisnis meliputi : strategi pengembangnya, management sumber daya dan arsitektur teknologi. Pada tahap arsitektur teknologi merencanakan strategi bisnis/IT mulai dari konsep desain, dana komponen utamanya, yaitu : platform teknologi, sumber daya data, arsiektur aplikasinya, dan organisasi It-nya.
Mengelola pengembangan aplikasi yaitu aktivitas menganalisis sistem dan desainya, prototyping, program aplikasi, manajemen proyek, kualitas dan sistem perawatan untuk komponen yang utama. Mengelola operasional sistem informasi fokus pada pengembangan hardwaresoftware, jaringan dan sumber daya manusianya. Pada proses operasional IS ini hal yang utama yang perlu diperhatikan adalah pusat data, memiliki monitor performance systemdan chargeback system. Tahap ini juga penting dalam mengelola process control data. Hal penting dalam mengelola teknologi infomeaasi adalah meencankan staff IT yang akan mengoperasikan sistem. Pada proses ini meliputi kegiatan penerimaan, pelatihan hingga penempatan.
Sumber daya manusia dalam mengelola teknologi informasi meliputi Chief Information officer (CIO) yang bertanggungjawab terhadap proses informasi yang terdapat diperusahaan. Chief Technology Officer (CTO) yang berfokus pada pengelolaan teknologi baik software, hardware dan jaringan teknologi informasi perusahaan. Chief Security Officer (CSO) yang berfokus pada pengelolaan sistem keamanan dalam teknologi informasi. Arsitek E-Commerce, bertanggungjawab dalam mengembangkan solusi internet untuk meningkatkan e-bisnis. Pemimpin team teknis yang mengatur proses teknis untuk mengintegrasikan fungsi teknologi informasi secara teknis. Practice Manager, yang mengelola hal teknis teknologi informasi harus mengerti tentang proses marketing, staffing, budgeting, dan hubungan dengan masyarakat. Analis Sistem yang bertugas menganalisis sistem teknologi informasi.
Mengelola teknologi informasi juga memiliki bagian untuk mengelola teknologi yang bersifat hardware, seperti penggunaan PC, router, server, intranet dan internetnya. Fungsi lainya adalah menglola layanan pengguna dari teknologi informasi yang dikembangkan seperti membuka layanan costumer service, client services, help, dll.
Dalam proses pegelolaan teknologi informasi untuk bisnis, perusahaan dapat memilih melalui outsourcing atau atau offshoringOutsourcing memberikan pekerjaan teknologi informasi kepada pihak luar dan perusahaan fokus pada bisnis inti yang dijalankanya. Sedangkan offshoring menggunakan sumberdaya internal bahkan mengembangkan sistem dalm pembangunan teknologi informasinya. Masing-masing pilihan ini memiliki keunggulan dan kelemahnya. Pada sistem outsourcing pertimbangan yang digunakan adalah menghemat biaya (untuk menghassilkan ROI yang lebih baik), perusahaan fokus pada kompetensi inti yang menjadi bisnis perusahaan, pada tingkat staffing perusahaan tidak memerlukan sumber daya manusia khusus. Memperoleh akses terhadap sumber daya global dimana perusahaan memperoleh perusahaan dan sistem terbaik untuk mengembangkan teknologi informasinya. Serta menghemat waktu yang digunakan untuk masuk dalam pasar.
Sedangkan pertimbangan dalam melakukan offshoring adalah memberikan ruang yang lebih luas dan akses yang lebih besar terhadap proses bisnis. Perusahaan yang mengerti tentang proses bisnis maka perusahaan yang mengerti tentang kebutuhan-kebutuhan dalam pembangunan teknologi informasinya. Kedua sistem dalam pengembangan teknologi informasi merupakan pilihan yang dapat dipertimbangkan bagi organisasi/perusahaan. Namun dengan perkembangan industri teknologi informasi, trend peengembangan teknologi informasi menggunakan sistemoutsurcing.
Kegagalan dalam mengelola teknologi informasi dapat disebabkan oleh dua hal yaitu ; (1) teknologi informasi tidak digunakan sesuai dengan efektif karena proses pengembanganya kurang memperhatikan proses bisnis, (2) teknologi informasi tidak berjalan efisien karena sangat lemah dalam mengelola waktu dan pengerjaan proyek teknologi informsi. Selain dua hal itu, keterlibatan end-user, managerial dan semua stakeholder yang memiliki kaitan dengan teknologi informasi harus dilibatkan secara aktif.
Management Teknologi Informasi Global
Mengelola teknologi informasi untuk bisnis dengan skala global, membutuhkan pemahaman yang utuh tentang kebudayaan, politik dan geoekonomi yang terjadi diwilayah yang ingin diekspansif. Tahap pertama yang dilakukan untuk mengembangkan teknologi informasi secara global adalah mengetahui global information technology mangement. Proses ini lebih kompleks dengan mengembangkan strategi teknologi informasi untuk bisnis global.Global IT management ini akan berhadapan langsung dengan tantangan budaya, politik dan geoekonomi negara tujuan. Proses ini perlu mengembangkan strategi bisnis/IT, membuat portofolio aplikasi bisnis, platform teknologi berbasis internet, management sumberdaya data, dan pengembangan sistem.
Tantangan dalam mengembangkan sistem teknologi informasi secara global adalah tantangan politik seperti peraturan yang ada dinegara tersebut, peraturan pajak, hambatan dalam proses impor hardware dan software, dll. Tantangan geoekonomi, perusahaan akan menghadapi dampak dari geografi dan ekonomi negara tujuan, hal ini akan terkait dengan indfrastruktur internet, telecomunikasi, jasa travel, transportasi, ketrampilan pekerja dan biaya pekerja yang bervariasi setiap negara. Tantangan budaya meliputi bahasa, ketertarikan budaya, nilai-nilai masyarakat, agama, perilaku sosial dan hal-hal yang sensitif pada budaya tertentu. Sehingga dalam strategi global bisnis/IT diperlukan upaya strategi transnasional, yaitu strategi bisnis/IT yang mengomnbinasikan anatar aktivitas bisnis global dengan sistem informasi serta teknologi internet, sehingga tercipta pola integrasi dalam mengembangkan bisnis secara global.

Global bisnis/IT aplikasi juga dikembangkan dengan menggunakan global bisnis drivers yang meliputi  global costumers, global products, global operations, global resources, dan global collaboration. Setelah itu dikembangkan global IT platforms (infrastruktur) yang dimensi utamanya adalah mengelola hardware, software, data resouces, jaringan telekomunikasi, fasilitas terkomputerisasi dan support bisnis global. Dalam mengelola data komunikasi global, terdapat isu yang menajadi bahan diskusi yaitu ; network management, regulatry (peraturan), teknologi dan country-oriented. Banyak perusahaan menjadi perusahaan global dan bergerak menggunakan strategi bisnis transnasional mengintegrasikan kegiatan usaha global anak perusahaan dengan kantor pusat. Transisi ini mengharuskan mereka mengembangkan IT global platform yang di seluruh dunia harus terintegrasi baik software, hardware, danInternet berbasis arsitektur jaringan.  Perusahaan global semakin sering menggunakan Internet dan teknologi yang berhubungan sebagai komponen utama dari platform TI untuk mengembangkan aplikasi IT global strategi untuk memenuhi kebutuhan unik bisnis global. Pengguna akhir (enduser), manager IT global harus berhadapan dengan keterbatasan ketersediaan perangkat keras dan perangkat lunak; keterbatasan  transborder arus data, akses internet, dan gerakan data pribadi, dan kesulitan dengan mengembangkan definisi umum data dan persyaratan sistem.