Membuat Toko Online Dengan CMS Magento (Chapter 15)

Membuat Toko Online Dengan CMS Magento 




Magento dibangun dengan pondasi kuat sebagai respon terhadap kompleksitas berbagai keinginan terhadap fitur – fitur yang diharapkan oleh berbagai kalangan pebisnis online. Fleksibilitas merupakan kunci utama yang diinginkan oleh pebisnis online ini, lebih dari fitur – fitur ataupun fungsionalitas yang lain yang ada dalam standar website online ecommerce. Tujuan utama Magento yaitu membangun sebuah platform (media/alat yang dalam hal ini yaitu website online ecommerce) di mana kontrol sepenuhnya kembali dipegang oleh pebisnis online itu sendiri tanpa mengesampingkan alur dan proses bisnis online seperti sebagaimana mestinya.

Ya, Magento adalah yang kaya akan fitur – fitur, solusi bisnis online terbuka yang secara profesional menawarkan kepada pebisnis online fleksibilitas yang penuh dan optimal dan kontrol terhadap penampilan (layout desain), isi, dan fungsionalitas dalam toko online mereka. Di dalam bagian admin kontrol Magento berisikan kekuatan pemasaran, kemudahan inventori barang – barang, dan fitur – fitur konten manajemen guna memberikan dukungan kekuatan bagi pebisnis online untuk membangung website yang didesain sedemikian rupa sesuai keinginan unik mereka. Benar – benar sebuah keunggulan ecommerce platform tersendiri yang dapat digunakan siapa saja dengan dukungan penuh dari berbagai jaringan yang luas, Magento adalah solusi istimewa bagi ecommerce/bisnis online anda.

Langkah-langkah membuat website dari CMS Magento
Pertama, yang harus kita lakukan untuk membuat Toko Online dengan Content Management System (CMS) Magento adalah menyiapkan XAMPP. Ini sangat penting, mengingat Aplikasi ini berguna untuk database toko kita. Saya memakai XAMPP 1.8.1 



Kedua, Adalah membuat nama databasenya pada XAMPP, saya menamainya tokoku

Setelah itu, Ekstrak file zip/ rar dari Magento yang bisa diperoleh dari download di Situs resmi Magento, apabila anda belum download, silakan download dulu di www.magentocommerce.com.

Setelah diekstrak, namai foldernya sesuka hati anda, contoh saya menamainya magento.

Kemudian pindahkan folder magento tersebut ke dalam folder bernama htdocs yang ada di dalam direktori XAMPP.

Lantas, Buka Browser kesayangan anda, kemudian ketikkan localhost/nama folder magento
karena folder magento yang saya pindahkan di htdocs tadi bernama magento, maka saya ketikkan localhost/magento... Hasilnya, muncul tahap penginstalan seperti dibawah
Klik Accept lalu continue



Isi sesuai yang anda inginkan.



Berikutnya Ini adalah salah satu form pengisian terpenting, yang harus diisi dengan hati-hati
nama database harus cocok dengan nama yang teman-teman buat tadi, nama database saya adalah tokoku
usernamenya isi dengan root.... jika masih ada kesalahan maka ada data pengisian yang kurang cocok. mohon diteliti kembali... 
yang perlu diingat, adalah ketika mengisikan username dan passwordnya, harus teman-teman ingat. Penting untuk masuk pada dasbor nantinya.





Ketika sukses menginstall, muncul pesan seperti dibawah ini



Kemudian, buka direktori XAMPPnya, Buka folder htdocs dan folder magento teman-teman, dan hapus file install.php ... karena file ini tidak diperlukan lagi..  



Setelah itu, buka kembali localhost/nama folder magento
lantas muncul website toko online kita... berhubung belum diisi apa-apa, jadinya masih berupa situs kosong



Untuk menuju dasbor, cukup ketikkan localhost/nama folder magento/admin....
isi username dan password sesuai dengan apa yang di isikan pada waktu penginstalan



Setelah muncul kita Tinggal menambahkan foto barang yang akan dijual, maka jadilah toko online kita sendiri.




Enterprise and Global Management of Information Technology (Chapter 14)


Enterprise and Global Management of Information Technology


Management Teknologi Informasi 
 Dalam managemen teknologi informasi, terdapat tiga kompoen utama dalam proses pembangunan dan penerapan teknologi informasi di dunia bisnis : (1) Mengelola Strategi pengembangan dan penerapan teknologi informasi untuk bisnis (dipegang oleh CEO dan CIO), (2) Mengelola Pengembangan dan penerapan aplikasi teknologi informasi dan teknologi baru-nya (dipegang oleh CIO dan CTO), (3) Mengatur organisasi dan infrastruktur teknologi informasi (dipegang oleh CIO dan IT Manager).
Proses Mengelola Strategi bisnis dan IT berawal dari merencanakan proses bisnis atau IT yang akan dikembangkan. Hal ini dilakukan berdasarkan tujuan organisasi dibuat, sebagai oragnisasi bisnis mendefinisikan proses bisnis menjadi hal sangat penting yaitu memberikan kepuasan kepada pelanggan dan tujuan nilai bisnis. Pada proses ini meliputi kegiatan mengidentifikasi nilai pelanggan dan nilai bisnis yang terencana. Selanjtnya mengetahui strategi dan model bisnis yang akan dijalankan. Tahap berikutnya membangun startegi arsitektur bisnis/IT, tahap terakhir adalah mengembangakan aplikasi bisnis. Tahapan tersebut diulang hingga diperlukan dan siap untuk ditindak lanjuti. Tahap pengembagan bisnis meliputi : strategi pengembangnya, management sumber daya dan arsitektur teknologi. Pada tahap arsitektur teknologi merencanakan strategi bisnis/IT mulai dari konsep desain, dana komponen utamanya, yaitu : platform teknologi, sumber daya data, arsiektur aplikasinya, dan organisasi It-nya.
Mengelola pengembangan aplikasi yaitu aktivitas menganalisis sistem dan desainya, prototyping, program aplikasi, manajemen proyek, kualitas dan sistem perawatan untuk komponen yang utama. Mengelola operasional sistem informasi fokus pada pengembangan hardwaresoftware, jaringan dan sumber daya manusianya. Pada proses operasional IS ini hal yang utama yang perlu diperhatikan adalah pusat data, memiliki monitor performance systemdan chargeback system. Tahap ini juga penting dalam mengelola process control data. Hal penting dalam mengelola teknologi infomeaasi adalah meencankan staff IT yang akan mengoperasikan sistem. Pada proses ini meliputi kegiatan penerimaan, pelatihan hingga penempatan.
Sumber daya manusia dalam mengelola teknologi informasi meliputi Chief Information officer (CIO) yang bertanggungjawab terhadap proses informasi yang terdapat diperusahaan. Chief Technology Officer (CTO) yang berfokus pada pengelolaan teknologi baik software, hardware dan jaringan teknologi informasi perusahaan. Chief Security Officer (CSO) yang berfokus pada pengelolaan sistem keamanan dalam teknologi informasi. Arsitek E-Commerce, bertanggungjawab dalam mengembangkan solusi internet untuk meningkatkan e-bisnis. Pemimpin team teknis yang mengatur proses teknis untuk mengintegrasikan fungsi teknologi informasi secara teknis. Practice Manager, yang mengelola hal teknis teknologi informasi harus mengerti tentang proses marketing, staffing, budgeting, dan hubungan dengan masyarakat. Analis Sistem yang bertugas menganalisis sistem teknologi informasi.
Mengelola teknologi informasi juga memiliki bagian untuk mengelola teknologi yang bersifat hardware, seperti penggunaan PC, router, server, intranet dan internetnya. Fungsi lainya adalah menglola layanan pengguna dari teknologi informasi yang dikembangkan seperti membuka layanan costumer service, client services, help, dll.
Dalam proses pegelolaan teknologi informasi untuk bisnis, perusahaan dapat memilih melalui outsourcing atau atau offshoringOutsourcing memberikan pekerjaan teknologi informasi kepada pihak luar dan perusahaan fokus pada bisnis inti yang dijalankanya. Sedangkan offshoring menggunakan sumberdaya internal bahkan mengembangkan sistem dalm pembangunan teknologi informasinya. Masing-masing pilihan ini memiliki keunggulan dan kelemahnya. Pada sistem outsourcing pertimbangan yang digunakan adalah menghemat biaya (untuk menghassilkan ROI yang lebih baik), perusahaan fokus pada kompetensi inti yang menjadi bisnis perusahaan, pada tingkat staffing perusahaan tidak memerlukan sumber daya manusia khusus. Memperoleh akses terhadap sumber daya global dimana perusahaan memperoleh perusahaan dan sistem terbaik untuk mengembangkan teknologi informasinya. Serta menghemat waktu yang digunakan untuk masuk dalam pasar.
Sedangkan pertimbangan dalam melakukan offshoring adalah memberikan ruang yang lebih luas dan akses yang lebih besar terhadap proses bisnis. Perusahaan yang mengerti tentang proses bisnis maka perusahaan yang mengerti tentang kebutuhan-kebutuhan dalam pembangunan teknologi informasinya. Kedua sistem dalam pengembangan teknologi informasi merupakan pilihan yang dapat dipertimbangkan bagi organisasi/perusahaan. Namun dengan perkembangan industri teknologi informasi, trend peengembangan teknologi informasi menggunakan sistemoutsurcing.
Kegagalan dalam mengelola teknologi informasi dapat disebabkan oleh dua hal yaitu ; (1) teknologi informasi tidak digunakan sesuai dengan efektif karena proses pengembanganya kurang memperhatikan proses bisnis, (2) teknologi informasi tidak berjalan efisien karena sangat lemah dalam mengelola waktu dan pengerjaan proyek teknologi informsi. Selain dua hal itu, keterlibatan end-user, managerial dan semua stakeholder yang memiliki kaitan dengan teknologi informasi harus dilibatkan secara aktif.
Management Teknologi Informasi Global
Mengelola teknologi informasi untuk bisnis dengan skala global, membutuhkan pemahaman yang utuh tentang kebudayaan, politik dan geoekonomi yang terjadi diwilayah yang ingin diekspansif. Tahap pertama yang dilakukan untuk mengembangkan teknologi informasi secara global adalah mengetahui global information technology mangement. Proses ini lebih kompleks dengan mengembangkan strategi teknologi informasi untuk bisnis global.Global IT management ini akan berhadapan langsung dengan tantangan budaya, politik dan geoekonomi negara tujuan. Proses ini perlu mengembangkan strategi bisnis/IT, membuat portofolio aplikasi bisnis, platform teknologi berbasis internet, management sumberdaya data, dan pengembangan sistem.
Tantangan dalam mengembangkan sistem teknologi informasi secara global adalah tantangan politik seperti peraturan yang ada dinegara tersebut, peraturan pajak, hambatan dalam proses impor hardware dan software, dll. Tantangan geoekonomi, perusahaan akan menghadapi dampak dari geografi dan ekonomi negara tujuan, hal ini akan terkait dengan indfrastruktur internet, telecomunikasi, jasa travel, transportasi, ketrampilan pekerja dan biaya pekerja yang bervariasi setiap negara. Tantangan budaya meliputi bahasa, ketertarikan budaya, nilai-nilai masyarakat, agama, perilaku sosial dan hal-hal yang sensitif pada budaya tertentu. Sehingga dalam strategi global bisnis/IT diperlukan upaya strategi transnasional, yaitu strategi bisnis/IT yang mengomnbinasikan anatar aktivitas bisnis global dengan sistem informasi serta teknologi internet, sehingga tercipta pola integrasi dalam mengembangkan bisnis secara global.

Global bisnis/IT aplikasi juga dikembangkan dengan menggunakan global bisnis drivers yang meliputi  global costumers, global products, global operations, global resources, dan global collaboration. Setelah itu dikembangkan global IT platforms (infrastruktur) yang dimensi utamanya adalah mengelola hardware, software, data resouces, jaringan telekomunikasi, fasilitas terkomputerisasi dan support bisnis global. Dalam mengelola data komunikasi global, terdapat isu yang menajadi bahan diskusi yaitu ; network management, regulatry (peraturan), teknologi dan country-oriented. Banyak perusahaan menjadi perusahaan global dan bergerak menggunakan strategi bisnis transnasional mengintegrasikan kegiatan usaha global anak perusahaan dengan kantor pusat. Transisi ini mengharuskan mereka mengembangkan IT global platform yang di seluruh dunia harus terintegrasi baik software, hardware, danInternet berbasis arsitektur jaringan.  Perusahaan global semakin sering menggunakan Internet dan teknologi yang berhubungan sebagai komponen utama dari platform TI untuk mengembangkan aplikasi IT global strategi untuk memenuhi kebutuhan unik bisnis global. Pengguna akhir (enduser), manager IT global harus berhadapan dengan keterbatasan ketersediaan perangkat keras dan perangkat lunak; keterbatasan  transborder arus data, akses internet, dan gerakan data pribadi, dan kesulitan dengan mengembangkan definisi umum data dan persyaratan sistem.

KEAMANAN DAN TANTANGAN ETIS (Chapter 13

Security and Ethical Challenges


     Penggunaan teknologi informasi dalam bisnis memiliki dampak besar pada masyarakat dan akhirnya akan menimbulkan berbagai isu etika dalam hal kejahatan, privasi, individualitas, pemberian kerja, kesehatan, serta kondisi kerja. Akan tetapi, kita juga harus menyadari bahwa teknologi informasi memiliki hasil yang bermanfaat dan juga merusak pada masyarakat serta orang-orang di setiap area ini. Contohnya, mengkomputerisasikan proses produksi dapat memiliki pengaruh negatif dari adanya peniadaan pekerjaan manusia, tetapi juga memberi hasil yang bermanfaat dari peningkatan kondisi kerja dan dapat memproduksi produk dengan kualitas yang lebih tinggi dengan biaya lebih rendah.
       Tanggung Jawab Etika Praktisi Bisnis
-         Etika Bisnis
Etika bisnis berkaitan dengan berbagai pertanyaan etika yang harus dihadapi para manajer dalam pengambilan keputusan bisnis dalam kebutuhan sehari-hari. Contohnya memberi garis besar beberapa kategori dasar berbagai isu etika dan praktisi bisnis tertentu yang memiliki konsekuensi etis serius. Bahwasannya beberapa isu penting itu tentang hak cipta intelektual, privasi pelanggan dan karyawan, keamanan catatan perusahaan, dan keamanan tempat kerja, ditekankan karena merupakan berbagai area uatama dalam kontroversi etis di teknologi informasi.
-         Etika Teknologi
Persyaratan etika yang harus dipenuhi perusahaan untuk membantu memastikan implementasi yang beretika atas teknologi informasi serta sistem informasi dalam bisnis. Salah satu contohnya adalah dalam etika teknologi melihatkan beberapa risiko kesehatan dan penggunaan tempat kerja komputer untuk waktu yang lama dalam posisi pekerjaan entri data bervolume tinggi. Banyak organisasi menunjukkan perilaku beretika dengan menjadwalkan istirahat kerja dan membatasi ekspos CRT untuk para pekerja entri data agar dapat meminimalkan risiko mereka mengalami berbagai gangguan kesehatan akibat kerja, seperti sakit pada tangan dan ekspos yang berlebihan ke radiasi CRT.


kejahatan komputer
  • penggunaan oleh orang yg tidak berwenang di tempat kerja
  • perampokan
perampokan perangkat lunak adalah mengkopi secara tidak sah dan hal ini merupakan suatu pelanggaran hukum hak cipta pemerintah pusat.
  • virus komputer
taktik Hacking
  • gangguan layanan (DoS)
    • mengganggu sebuah website dengan permintaan informasi yang terlalu banya, dalam hal ini dapat secara efektif mengunci sistem, menghambat kinerja dan menghancurkan website tsb.
  • Scans
    • memeriksa jaringan internet yang tersebar luas untuk menentukan jenis komputer, jasa dan koneksi.  sehingga orang yang tidak baik dapat mengambil keuntungan
  • Program MEngendus-endus (sniffers)
    • dengan diam diam mengambil paket data individu ketika mereka dapat menerobos internet, atau dapat menangkap kata sandi
  • Pemalsuan (spoofing)
    • tampilan palsu sebuah email atau halaman web bagi para pemakai sehingga informasi ayng kritis seperti kata/sandi dapat diambil tanpa disadari
  • Kuda trojan
    • program yang tidak di kenal pemakainya, berisi instruksi yang memanfaatkan sifat mudah di kenal dalm beberapa perangkat lunak
  • Pintu Belakang
  • memecah kata sandi
beberapa contoh penyalahguanaan internet di tempat kerja
  1. penyalahgunaan umum email
  2. penggunaan dan akses tidak sah seperti berbagai pasword dan akses ke dalam jaringan tanpa ijin
  3. pelanggaran/pemalsuan hak cipta
  4. memasukkan pesan mengenai berbagai topik yang tidak sah terkait dengan pekerjaan ke newsgroup
  5. transmisi data rahasia seperti penggunaan internet untuk menampilkan / mentrasmisi rahasia dagang
  6. pornografi
  7. hacking
  8. download/upload yang tidak berkaitan dengan pekerjaan
  9. menggunakan internet untuk hiburan
  10. penggunaan ISP eksternal untuk terhubung dengan internet agar dapat menghindari deteksi
  11. menggunakan sumber daya kantor untuk kerja sampingan
    

Security and Ethical Challenges

      Penggunaan teknologi informasi dalam bisnis memiliki dampak besar pada masyarakat dan akhirnya akan menimbulkan berbagai isu etika dalam hal kejahatan, privasi, individualitas, pemberian kerja, kesehatan, serta kondisi kerja. Akan tetapi, kita juga harus menyadari bahwa teknologi informasi memiliki hasil yang bermanfaat dan juga merusak pada masyarakat serta orang-orang di setiap area ini. Contohnya, mengkomputerisasikan proses produksi dapat memiliki pengaruh negatif dari adanya peniadaan pekerjaan manusia, tetapi juga memberi hasil yang bermanfaat dari peningkatan kondisi kerja dan dapat memproduksi produk dengan kualitas yang lebih tinggi dengan biaya lebih rendah.
      Tanggung Jawab Etika Praktisi Bisnis
-         Etika Bisnis
Etika bisnis berkaitan dengan berbagai pertanyaan etika yang harus dihadapi para manajer dalam pengambilan keputusan bisnis dalam kebutuhan sehari-hari. Contohnya memberi garis besar beberapa kategori dasar berbagai isu etika dan praktisi bisnis tertentu yang memiliki konsekuensi etis serius. Bahwasannya beberapa isu penting itu tentang hak cipta intelektual, privasi pelanggan dan karyawan, keamanan catatan perusahaan, dan keamanan tempat kerja, ditekankan karena merupakan berbagai area uatama dalam kontroversi etis di teknologi informasi.
-         Etika Teknologi
Persyaratan etika yang harus dipenuhi perusahaan untuk membantu memastikan implementasi yang beretika atas teknologi informasi serta sistem informasi dalam bisnis. Salah satu contohnya adalah dalam etika teknologi melihatkan beberapa risiko kesehatan dan penggunaan tempat kerja komputer untuk waktu yang lama dalam posisi pekerjaan entri data bervolume tinggi. Banyak organisasi menunjukkan perilaku beretika dengan menjadwalkan istirahat kerja dan membatasi ekspos CRT untuk para pekerja entri data agar dapat meminimalkan risiko mereka mengalami berbagai gangguan kesehatan akibat kerja, seperti sakit pada tangan dan ekspos yang berlebihan ke radiasi CRT.


kejahatan komputer
  • penggunaan oleh orang yg tidak berwenang di tempat kerja
  • perampokan
perampokan perangkat lunak adalah mengkopi secara tidak sah dan hal ini merupakan suatu pelanggaran hukum hak cipta pemerintah pusat.
  • virus komputer
taktik Hacking
  • gangguan layanan (DoS)
    • mengganggu sebuah website dengan permintaan informasi yang terlalu banya, dalam hal ini dapat secara efektif mengunci sistem, menghambat kinerja dan menghancurkan website tsb.
  • Scans
    • memeriksa jaringan internet yang tersebar luas untuk menentukan jenis komputer, jasa dan koneksi.  sehingga orang yang tidak baik dapat mengambil keuntungan
  • Program MEngendus-endus (sniffers)
    • dengan diam diam mengambil paket data individu ketika mereka dapat menerobos internet, atau dapat menangkap kata sandi
  • Pemalsuan (spoofing)
    • tampilan palsu sebuah email atau halaman web bagi para pemakai sehingga informasi ayng kritis seperti kata/sandi dapat diambil tanpa disadari
  • Kuda trojan
    • program yang tidak di kenal pemakainya, berisi instruksi yang memanfaatkan sifat mudah di kenal dalm beberapa perangkat lunak
  • Pintu Belakang
  • memecah kata sandi
beberapa contoh penyalahguanaan internet di tempat kerja
  1. penyalahgunaan umum email
  2. penggunaan dan akses tidak sah seperti berbagai pasword dan akses ke dalam jaringan tanpa ijin
  3. pelanggaran/pemalsuan hak cipta
  4. memasukkan pesan mengenai berbagai topik yang tidak sah terkait dengan pekerjaan ke newsgroup
  5. transmisi data rahasia seperti penggunaan internet untuk menampilkan / mentrasmisi rahasia dagang
  6. pornografi
  7. hacking
  8. download/upload yang tidak berkaitan dengan pekerjaan
  9. menggunakan internet untuk hiburan
  10. penggunaan ISP eksternal untuk terhubung dengan internet agar dapat menghindari deteksi
  11. menggunakan sumber daya kantor untuk kerja sampingan

Developing Business/IT Solutions (Chapter 12)


Developing Business/IT Solutions



       Apakah sistem itu? Jika anda mempunyai sebuah jam tangan digital electronic yang harganya sampai ratusan ribu rupiah dan mengalami kerusakan total sehingga tidak dapat diperbaiki, maka jam tersebut sudah tidak ada nilainya lagi, walaupun komponen – komponennya Anda jual sendiri – sendiri. Inilah mahalnya suatu sistem. Sehingga Sistem dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Suatu sistem dapat terdiri dari sistem – sistem bagian (subsistem). Misalnya suatu komputer terdiri dari subsistem perangkat keras dan subsistem perangkat lunak.



Sistem yang baik

       1. Input
      2. Proses
      3. Output
      4. Feedback
      5. Control
       Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data yang dapat bermanfaat bagi penggunanya, dimana data merupakan sesuatu yang nyata berdasarkan fakta – fakta yang ada. Suatu informasi yang baik harus memenuhi 3 kualitas dibawah ini yaitu :
1. Akurat, artinya suatu informasi yang diberikan harus benar – benar sesuai dengan data yang ada.
2. Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh datang terlambat. Karena informasi yang telah usang tidak mempunyai nilai lagi.
3. Relevan, berarti informasi tersebut harus bermanfaat bagi penerimanya.


SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. Langkah yang digunakan meliputi :
1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi
2. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
3. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
5. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
6. Merancang sistem informasi baru
7. Membangun sistem informasi baru
8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
9. Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan
System Development Lyfe Cycle (SDLC) adalah keseluruhan proses dalam membangun sistem melalui beberapa langkah. Ada beberapa model SDLC. Model yang cukup populer dan banyak digunakan adalah waterfall. Beberapa model lain SDLC misalnya fountain, spiral, rapid, prototyping, incremental, build & fix, dan synchronize & stabilize.
Dengan siklus SDLC, proses membangun sistem dibagi menjadi beberapa langkah dan pada sistem yang besar, masing-masing langkah dikerjakan oleh tim yang berbeda.
Dalam sebuah siklus SDLC, terdapat enam langkah. Jumlah langkah SDLC pada referensi lain mungkin berbeda, namun secara umum adalah sama. Langkah tersebut adalah
1. Analisis sistem, yaitu membuat analisis aliran kerja manajemen yang sedang berjalan
2. Spesifikasi kebutuhan sistem, yaitu melakukan perincian mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem dan membuat perencanaan yang berkaitan dengan proyek sistem
3. Perancangan sistem, yaitu membuat desain aliran kerja manajemen dan desain pemrograman yang diperlukan untuk pengembangan sistem informasi
4. Pengembangan sistem, yaitu tahap pengembangan sistem informasi dengan menulis program yang diperlukan
5. Pengujian sistem, yaitu melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat
6. Implementasi dan pemeliharaan sistem, yaitu menerapkan dan memelihara sistem yang telah dibuat

Dalam perkembangannya SDLC dilengkapi oleh berbagai teknik pengembangan
sistem, yaitu:

Prototyping
prototyping adalah proses pembuatan model sederhana untuk software final yang mengijinkan pengguna memiliki gambaran dasar tentang program serta melakukan pengujian awal. Jenis-jenis teknik prototyping adalah:
(a) Trowaway Prototyping.
(b) Evolutionary Prototyping.
(c) Incremental Prototyping.

- Keuntungan menggunakan teknik prototyping:
(a) Mengurangi waktu dan biaya.
(b) Meningkatkan keterlibatan pengguna.
(c) Mengurangi kesalahpahaman dan kesalahan interpretasi dengan pengguna.

- Kelemahan menggunakan teknik prototyping:
(a) Analisis kurang.
(b) Biaya untuk membuat prototyping cukup tinggi.

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN (Chapter 11)


DECISION SUPPORT SYSTEM
(SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN) 


           Salah satu jenis sistem aplikasi yang sangat popular di kalangan manajemen perusahaan adalah Decision Support System atau disingkat DSS. DSS ni merupakan suatu sistem informasi yang diharapkan dapat membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana 
penunjang (tools) bagi mereka. DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science. 
           Hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus 
dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau 
optimum), saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang 
sama dalam waktu relatif singkat. 
           Dalam kedua bidang ilmu di atas, dikenal istilah decision modeling, decision theory, dan decision analysis – yang pada hakekatnya adalah merepresentasikan permasalahan manaje-men yang dihadapi setiap hari ke dalam bentuk kuantitatif (misalnya dalam bentuk model matematika). Contoh-contoh klasik dari persoalan dalam bidang ini adalah linear programming, game’s theory, transportation problem, inventory system, decision tree, dan lain sebagainya. Dari sekian banyak problem klasik yang kerap dijumpai dalam aktivitas bisnis perusahaan sehari-hari, sebagian dapat dengan mudah disimulasikan dan diselesaikan dengan menggunakan formula atau rumus-rumus sederhana. Tetapi banyak pula masalahan yang ada sangat rumit sehingga membutuhkan kecanggihan komputer. 
           Sprague dan Carlson mendefinisikan DSS dengan cukup baik, sebagai sistem yang memiliki lima 
karakteristik utama (Sprague et.al., 1993): 
1) Sistem yang berbasis komputer; 
2) Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan; 
3) Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang “mustahil” dilakukan dengan 
kalkulasi manual; 
4) Melalui cara simulasi yang interaktif; 
5) Dimana data dan model analisis sebagai komponen utama. 
Karakteristik 4 dan 5 merupakan fasilitas baru yang ditawarkan oleh DSS belakangan ini sesuai dengean 
perkembangan terakhir kemajuan perangkat komputer.


KOMPONEN DECISION SUPPORT SYSTEM 
Secara garis besar DSS dibangun oleh tiga komponen besar: 
1) Database 
2) Model Base 
3) Software System 
           Sistem database berisi kumpulan dari semua data bisnis yang dimiliki perusahaan, baik yang berasal dari transaksi sehari-hari, maupun data dasar (master file). Untuk keperluan DSS, diperlukan data yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan melalui simulasi. 
           Komponen kedua adalah Model Base atau suatu model yang merepresentasikan permasalahan ke dalam format kuantitatif (model matematika sebagai contohnya) sebagai dasar simulasi atau pengambilan 
keputusan, termasuk di dalamnya tujuan dari permasalahan (obyektif), komponen-komponen terkait, 
batasan-batasan yang ada (constraints), dan hal-hal terkait lainnya. 
           Kedua komponen tersebut untuk selanjutnya disatukan dalam komponen ketiga (software system), setelah sebelumnya direpresentasikan dalam bentuk model yang “dimengerti” komputer . Contohnya adalah 
penggunaan teknik RDBMS (Relational Database Management System), OODBMS (Object Oriented Database Management System) untuk memodelkan struktur data. Sedangkan MBMS (Model Base 2 
Management System) dipergunakan untuk mere-presentasikan masalah yang ingin dicari pemecahannya. 
Entiti lain yang terdapat pada produk DSS baru adalah DGMS (Dialog Generation and Management 
System), yang merupakan suatu sistem untuk memungkinkan terjadinya “dialog” interaktif antara komputer 
dan manusia (user) sebagai pengambil keputusan.

JENIS-JENIS DSS 
           Aplikasi DSS yang ditawarkan di pasar sangat beraneka ragam, dari yang paling sederhana (quick-hit DSS) sampai dengan yang sangat kompleks (institutional DSS). “Quick-Hit DSS” biasanya ditujukan untuk para manajer yang baru belajar menggunakan DSS (sebagai pengembangan setelah jenis pelaporan yang 
disediakan oleh MIS = Management Information System, satu level sistem di bawah DSS). Biasanya 
masalah yang dihadapi cukup sederhana (simple) dan dibutuhkan dengan segera penyelesaiannya. 
Misalnya untuk kebutuhan pelaporan (report) atau pencarian informasi (query). Sistem yang sama biasa 
pula dipergunakan untuk melakukan analisa sederhana. Contohnya adalah melihat dampak yang terjadi 
pada sebuah formulasi, apabila variabel-variabel atau parameter-parameternya diubah. Di dalam 
perusahaan, DSS jenis ini biasanya diimplementasikan dalam sebuah fungsi organisasi yang dapat berdiri 
sendiri (berdasarkan data yang dimiliki fungsi organisasi tersebut). Misalnya adalah DSS untuk menyusun 
anggaran tahunan, DSS untuk melakukan kenaikan gaji karyawan, DSS untuk menentukan besanya jam 
lembur karyawan, dan lain sebagainya. 

USERS
DATABASE MODEL
BASE
DBMS MBMS
DGMS
SOFTWARE 
SYSTEM
TASK ENVIRONMENT
USERS
DATABASE MODEL
BASE
DBMS MBMS
DGMS
SOFTWARE 
SYSTEM
TASK ENVIRONMENT
Sumber: Sprague et.al.,1993 

             “Institutional DSS” merupakan suatu aplikasi yang dibangun oleh para pakar bisnis dan ahli DSS. Sesuai dengan namanya, DSS jenis ini biasanya bekerja pada level perusahaan, dimana data yang dimiliki oleh masing-masing fungsi organisasi telah diintegrasikan (dibuat strukturnya dan didefinisikan kaitankaitannya). Contohnya adalah DSS untuk memprediksi pendapatan perusahaan di masa mendatang 
(forecasting) yang akan mensimulasikan data yang berasal dari Divisi Sales, Divisi Marketing, Divisi 
Logistik dan Divisi Operasional. Contoh implementasi yang tidak kalah menariknya adalah suatu sistem, 
dimana jika manajemen memiliki rencana untuk mem-PHK-kan beberapa karyawannya, akan dapat 
disimulasikan dampaknya terhadap neraca profit-and-loss perusahaan. Contoh aplikasi penggunaan DSS 
lain yang paling banyak digunakan di dalam dunia bisnis adalah untuk keperluan analisa marketing, operasi 
logistik dan distribusi, serta masalah-masalah yang berkaitan dengan keuangan dan akuntansi (taxation, 
budgeting, dsb.). 

SISTEM BERBASIS GRAFIK
              Dalam merepresenasikan DSS agar mudah dipergunakan dan dimengeri oleh user (dalam hal ini adalah manajer perusahaan), format grafik mutlak dipergunakan untuk melengkapi teks yang ada. Contoh-contoh model grafik yang populer dipergunakan adalah sebagai berikut: 
„   Time Series Charts – untuk melihat dampak sebuah variable terhadap waktu; 
„   Bar Charts – untuk memperbandingkan kinerja beberapa entiti; 
„   Pie Charts – untuk melihat komposisi atau persentasi suatu hal; 
„   Scattered Diagrams – untuk menganalisa hubungan antara beberapa variabel; 
„   Maps – untuk merepresentasikan data secara geografis; 
„   Layouts – untuk menggambarkan lokasi barang secara fisik, seperti pada bangunan 
   dan kantor; 
„   Hierarchy Charts – untuk menggambarkan struktur organisasi; 
„   Sequence Charts – untuk merepresentasikan sesuatu dengan logika yang tersetruktur 
   (contohnya adalah diagram flowchart); dan 
„   Motion Graphics – untuk memperlihat-kan perilaku dari variabel yang diamati 
   denvan cara animasi. 
Jenis-jenis grafik di atas biasanya dapat ditampilkan dalam dua macam format: dua dimensi dan tiga 
dimensi. 

PERKEMBANGAN DSS 
            DSS yang saat ini populer untuk digunakan adalah yang berbasis tabel atau spreadsheets, karena para manajer sudah terbiasa membaca data dengan cara tersebut. Tabel inilah yang menjadi media manajer 
dalam “mengkutak-katik” (mengganti atau merubah) variabel yang ada, di mana hasilnya akan ditampilkan 
dalam format grafik yang telah dijelaskan sebelumnya. Untuk keperluan ini, biasanya sebuah stand-alone 
PC sudah cukup untuk mengimplementasikannya. Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, telah 
banyak ditawarkan aplikasi DSS yang bekerja dalam infrastruktur jaringan (LAN, WAN, Intranet, Internet, 
dsb.). Beberapa manajer pengambil keputusan dihubungkan satu dengan lainnya melalui jaringan 
komputer, sehingga dapat saling mempertukarkan data dan informasi untuk keperluan pengambilan 
keputusan. Bahkan sudah ada DSS yang diperlengkapi dengan expert system (dibuat berdasarkan teori 
kecerdasan buatan = artifial intelligence), sehingga keputusan bisnis secara langsung dapat dilakukan oleh 
komputer, tanpa campur tangan manusia. Siapkah perusahaan mengimplementasikan sistem ini...?

Semoga bisa bermanfaat bagi anda yang membutuhkan